Masyarakat Perkotaan
Masyarakat kota adalah sekumpulan
manusia dalam jumlah besar yang berinteraksi dalam sebuah daerah besar. Dimana
dalam melakukan interaksi tersebut pemerintah sebagai pemimpin dari kelompok
tersebut membuat peraturan-peraturan. Tujuan dari peraturan-peraturan yang
dibuat oleh pemerintah adalah sebagai pembatas kegiatan perseorangan. Dalam
melakukan kegiatan di dalam kelompok tersebut, setiap individu atau perorangan
harus mengerti apa peraturan yang berlaku di daerah yang mereka tempati atau
tempat yang mereka pijaki. Seperti saat anda berkendara di jalan raya, di
perpustakaan, dan lain sebagainya.
Pekerjaan
dikotapun bisa dikatakan sangat mudah ditemukan apabila kita mempunyai kemampuan
yang diinginkan dunia usaha, karena berbagai macam pekerjaan terdapat di kota,
rasa nyaman, tentram, dan damaipun sulit untuk ditemukan karena di kota
cenderung bising karena kendaraan atau suara pabrik-pabrik besar, tempat yang
hijau dan sejukpun sulit ditemukan, karena di kota sudah jarang sekali adanya
pohon sebagai penghasil oxygen.
Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam dibanding masyarakat
kota. Biasanya mereka hidup berkelompok dan mayoritas bermata pencaharian
petani. Pekerjaan di luar pertanian hanya sekedar sampingan, meskipun ada pula
sebagian kecil yang berstatus pegawai negeri, TNI, POLRI, maupun karyawan
swasta, namun persentasenya relatif kecil.
Kepala
desa, tokoh masyarakat dan golongan kaum tua lebih dominant berpengaruh dan
memegang peranan penting sera menjadi tokoh panutan bagi warga setempat san
keputusan – keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam
kehidupan sehari – hari dan menjadi adat setempat.
Rasa
persatuan sangat kuat san menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong
menolong atau gotong royong dalam segala hal. Alat komunikasi sangat kurang
sehingga komunikasi yang berkembang cenderung sangat sederhana bahkan desas –
desus, kasak – kusuk masih menjadi kebiasaan dan sangat cepat diterima oleh
masyarakat, meskipun hal itu biasanya dilakukan pasa hal-hal yang mengarah
negatif.
Perbedaan
masyarakat desa dan masyarakat kota
Perbedaan
masyarakat kota dengan masyarakat desa :
Masyarakat
kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Terdapat
spesialisasi dari variasi pekerjaan.
2. Penduduknya
padat dan bersifat heterogen.
3. Norma-norma
yang berlaku tidak terlalu mengikat.
4. Kurangnya
kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menrun.
Masyarakat
desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Jumlah
penduduk tidak terlalu padat dan bersifat homogen.
2. Kontrol
sosial masih tinggi.
3. Sifat
gotong royong masih kuat, dan
4. Sifat
kekeluargaannya masih ada.
Perbedaan
masyarakat kota dengan masyarakat di desa, misalnya ketika membuat rumah di
desa dilakukan dengan gotong royong sedang di kota pada umumnya dilakukan
dengan membayar tukang. Hubungan sosial kemasyarakatan di desa dalam satu desa
antara satu RT atau RW terjadi saling mengenal, sedangkan di kota sudah mulai
hilang hubungan sosial kemasyarakatannya misalnya antara satu RT dengan RT yang
lainnya pada umumnya tidak saling mengenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar