Senin, 22 Desember 2014

INSPIRASIKU

Sebelumnya perkenalkan nama saya Muhammad Rifqi Baihaqi kelas 3KA29 dengan NPM 1511206, disini saya akan membuat sebuah artikel bertema INSPIRASIKU dalam tugas Softskills mata kuliah Bahasa Indonesia

Saya Muhammad Rifqi Baihaqi biasa di panggil Rifqi atau Bai, lahir pada tanggal 17 Oktober 1994 di Jakarta (kedua orangtua juga asli Jakarta), saat kecil suka sekali bermain sepakbola pinggir jalan (street football) dan juga di lapangan besar, saat kecil saya mengenal pemain sepakbola Indonesia yang saat itu sedang naik daun (sekarang juga masih :D) bernama Bambang Pamungkas. Dialah inspirasi bagi saya. Pesepakbola yang bermain sangat bagus, handal, lugas, berjiwa pemimpin, bijaksana, jarang memprotes ke wasit, goal getter, inspiratif, dan masih banyak lagi pujian yang layak di sematkan buat Bepe (sapaan Bambang Pamungkas).

Karena Bepe juga, saya jadi amat begitu suka dengan klub sepakbola Indonesia yang berdomisili di Jakarta, kampung halaman saya, lahir dan dibesarkan di kota yang di juluki Daerah Khusus Ibukota, Persija Jakarta. Bepe mengantar Persija meraih juara yang ke sepuluh kalinya di panggung kompetisi Liga Indonesia, setelah lama berpuasa gelar, akhirnya Bepe yang saat itu tampil gemilang, dan ketika partai final Persija Jakarta melawan PSM Makassar Persija unggul 3-2 dan 2 goal dari Persija di cetak oleh Bambang Pamungkas

Dan karena itu juga, saya bercita-cita suatu saat ingin menjadi seperti Bepe, menjadi pesepakbola profesional yang akan mengangkat nama Indonesia di kancah Internasional. Saya giat berlatih sejak kecil, belajar sepakbola secara otodidak, sampai mengikuti pelatihan secara profesional ke sekolah sepakbola (SSB) yang tentu saja mengeluarkan biaya (tidak gratis), semua saya lakukan karena terinspirasi sosok pemain sepakbola yang menurut saya belum ada pemain yang seperti dia, Bambang Pamungkas.

Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai beranjak besar dan semakin banyak aktifitas yang menggunakan tekhnologi, saya tumbuh besar di lingkungan yang menuntut menggunakan tekhnologi seperti handphone, dan satu lagi, Komputer. Ketika saya senang sekali bermain komputer, mulai timbul masalah pada kedua mata saya, mata saya di vonis mengidap minus (rabun jauh) ketika saya masih berada di bangku sekolah dasar kelas 6. Semangat saya untuk terus bermain dan berlatih sepak bola mulai terkikis secara perlahan, dari awalnya sangat sumringah hingga batas kelelahan timbul.

Saya menjadi malas bermain sepakbola (jangan ditiru :'D) saat menggunakan kacamata, kalau tidak digunakan penglihatan saya buram, ditambah kaki yang pernah kecengklak (keseleo) karena beradu kaki dengan senior membuat saya trauma karena sakit cidera tersebut membuat saya tidak bisa berjalan selama 3 hari. Kelunturan semangat ini yang tidak patut ditiru oleh teman-teman sekalian, saya meras bersakah sekali ketika masih kecil demen bangat main komputer hingga berjam-jam yang membuat mata saya minus hingga sekarang.

Dari kisah diatas, cita-cita saya agak sedikit bergeser dari yang sebelumnya ingin menjadi pemain sepakbola profesional menjadi tidak sama sekali, karena faktor kesehatan pada kedua mata saya yang tidak memenuhi syarat menjadi pemain sepakbola, tapi dari kasus tersebut, kecintaan saya kepada sosok Bepe ini tidak akan pernah luntur sama sekali, saya gunakan foto Bepe untuk dijadikan hiasan di kamar saya, saya beli jersey (baju sepakbola) Persija Jakarta dengan nama punggung Bambang Pamungkas bernomor 20, saya beli buku karya ciptaan Bepe, dan banyak accessories lainnya yang saya koleksi.

Bambang Pamungkas dengan segala sejarahnya, akan selalu dikenaang oleh pecinta sepakbola khususnya pecinta Persija, karena pemain dengan mobilitas tinggi dan juga berjiwa pemimpin ketika bermain di lapangan, juga sikap santun ketika diluar lapangan, tidak akan pernah ada yang mampu melupakannya.