Sebelumnya perkenalkan nama saya
Muhammad Rifqi Baihaqi kelas 3KA29 dengan NPM 1511206, disini saya
akan membuat sebuah artikel bertema INSPIRASIKU dalam tugas
Softskills mata kuliah Bahasa Indonesia
Saya Muhammad Rifqi Baihaqi biasa di
panggil Rifqi atau Bai, lahir pada tanggal 17 Oktober 1994 di Jakarta
(kedua orangtua juga asli Jakarta), saat kecil suka sekali bermain
sepakbola pinggir jalan (street football) dan juga di lapangan besar,
saat kecil saya mengenal pemain sepakbola Indonesia yang saat itu
sedang naik daun (sekarang juga masih :D) bernama Bambang Pamungkas.
Dialah inspirasi bagi saya. Pesepakbola yang bermain sangat bagus,
handal, lugas, berjiwa pemimpin, bijaksana, jarang memprotes ke
wasit, goal getter, inspiratif, dan masih banyak lagi pujian yang
layak di sematkan buat Bepe (sapaan Bambang Pamungkas).
Karena Bepe juga, saya jadi amat begitu
suka dengan klub sepakbola Indonesia yang berdomisili di Jakarta,
kampung halaman saya, lahir dan dibesarkan di kota yang di juluki
Daerah Khusus Ibukota, Persija Jakarta. Bepe mengantar Persija meraih
juara yang ke sepuluh kalinya di panggung kompetisi Liga Indonesia,
setelah lama berpuasa gelar, akhirnya Bepe yang saat itu tampil
gemilang, dan ketika partai final Persija Jakarta melawan PSM
Makassar Persija unggul 3-2 dan 2 goal dari Persija di cetak oleh
Bambang Pamungkas
Dan karena itu juga, saya bercita-cita
suatu saat ingin menjadi seperti Bepe, menjadi pesepakbola
profesional yang akan mengangkat nama Indonesia di kancah
Internasional. Saya giat berlatih sejak kecil, belajar sepakbola
secara otodidak, sampai mengikuti pelatihan secara profesional ke
sekolah sepakbola (SSB) yang tentu saja mengeluarkan biaya (tidak
gratis), semua saya lakukan karena terinspirasi sosok pemain
sepakbola yang menurut saya belum ada pemain yang seperti dia,
Bambang Pamungkas.
Namun, seiring berjalannya waktu, saya
mulai beranjak besar dan semakin banyak aktifitas yang menggunakan
tekhnologi, saya tumbuh besar di lingkungan yang menuntut menggunakan
tekhnologi seperti handphone, dan satu lagi, Komputer. Ketika saya
senang sekali bermain komputer, mulai timbul masalah pada kedua mata
saya, mata saya di vonis mengidap minus (rabun jauh) ketika saya
masih berada di bangku sekolah dasar kelas 6. Semangat saya untuk
terus bermain dan berlatih sepak bola mulai terkikis secara perlahan,
dari awalnya sangat sumringah hingga batas kelelahan timbul.
Saya menjadi malas bermain sepakbola
(jangan ditiru :'D) saat menggunakan kacamata, kalau tidak digunakan
penglihatan saya buram, ditambah kaki yang pernah kecengklak
(keseleo) karena beradu kaki dengan senior membuat saya trauma karena
sakit cidera tersebut membuat saya tidak bisa berjalan selama 3 hari.
Kelunturan semangat ini yang tidak patut ditiru oleh teman-teman
sekalian, saya meras bersakah sekali ketika masih kecil demen bangat
main komputer hingga berjam-jam yang membuat mata saya minus hingga
sekarang.
Dari kisah diatas, cita-cita saya agak
sedikit bergeser dari yang sebelumnya ingin menjadi pemain sepakbola
profesional menjadi tidak sama sekali, karena faktor kesehatan pada
kedua mata saya yang tidak memenuhi syarat menjadi pemain sepakbola,
tapi dari kasus tersebut, kecintaan saya kepada sosok Bepe ini tidak
akan pernah luntur sama sekali, saya gunakan foto Bepe untuk
dijadikan hiasan di kamar saya, saya beli jersey (baju sepakbola)
Persija Jakarta dengan nama punggung Bambang Pamungkas bernomor 20,
saya beli buku karya ciptaan Bepe, dan banyak accessories lainnya
yang saya koleksi.
Bambang Pamungkas dengan segala
sejarahnya, akan selalu dikenaang oleh pecinta sepakbola khususnya
pecinta Persija, karena pemain dengan mobilitas tinggi dan juga
berjiwa pemimpin ketika bermain di lapangan, juga sikap santun ketika
diluar lapangan, tidak akan pernah ada yang mampu melupakannya.