1. PROFESI
Profesi adalah pekerjaan yang
dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang
mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan
bahwa profesi dalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama
yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara
kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah. Ada yang mengatakan
bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat
komersial”.
Seseorang yang
memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional.
Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang
menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya
adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang
dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya
tidak dianggap sebagai suatu profesi.
Ciri khas Profesi:
Menurut Artikel dalam International
Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
1. Suatu
bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang
dan diperluas.
2. Suatu
teknik intelektual.
3. Penerapan
praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
4. Suatu periode
panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
5. Beberapa
standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
6. Kemampuan
untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
7. Asosiasi
dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas
komunikasi
yang tinggi antar anggotanya.
8. Pengakuan
sebagai profesi.
9. Perhatian
yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan
profesi.
10.Hubungan yang erat
dengan profesi lain.
TATA LAKU
Praktek berprofesi berarti
melaksanakan janji komitmen bagi profesional, untuk berkarya sebaik-baiknya
melalui hubungan antara dia dan masyarakat yang membutuhkan keahliannya dan
mempercayainya.
Kaidah tata laku
profesi menjamin terhindarnya tindakan kesewenang-wenangan yang didasari dari
peraturan/perundangan tentang profesi. Hal ini mengatur seluk beluk interaksi
dalam praktek berprofesi, untuk tujuan sebesar-besarnya memperoleh hasil karya
yang terbaik dan jaminan perlindungan kepada masyarakat. Interaksi dalam.
ETIKA
Etika berasal dari kata ethos
(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai
suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu
ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya
itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika merupakan sebuah cabang filsafat
yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia
dalam hidupnya.
ETIKA PROFESI di BIDANG IT
(INFORMASI danTEKNOLOGI)
Teknologi, Informasi dan Komunikasi
bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap
permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan
kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan
ilmunya ataut menjalankan profesi IT bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang
terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi
IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki
maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas.
Profesi IT juga bisa dianggap
sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna
untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana
sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi
yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening
sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan
lain-lain.
Kita juga harus bisa menyikapi
dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar
data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan
kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis,
tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk
meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri. Dengan
membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di
bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika
jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan
meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman.
Pada kesempatan saat ini, bagaimana
kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat(sebutan bagi orang yang
bekerja di bidang IT) dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat
yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan
inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan
IT kedepan . Bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam
perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun
bernegara.
2. CIRI-CIRI
PROFESIONALISME di BIDANG IT
Harus memiliki pengetahuan dan
ketrampilan yang tinggi di bidang TI, memiliki pengetahuan yang luas, tanggap
terhadap masalah client, faham thd isyu-isyu etis serta tata nilai kilen-nya,
mampu bekerja sama dan melakukan pendekatan multidispliner, bekerja dibawah
disiplin etika dan mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila
dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap
masyarakat
Kode Etik seperti yang
disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan: Publik Bertindak
konsisten untuk kepentingan publik, seperti: menerima tanggung jawab penuh atas
pekerjaan mereka sendiri, bersikap adil dan menghindari penipuan dalam semua
pernyataan umum terutama mengenai software atau dokumen terkait, metode
dan alat.
Client dan Karyawan
Melakukan tindakan terbaik demi
kepentingan klien dan atasan mereka, serta konsisten untuk kepentingan publik.
Produk
Memastikan produk yang terkait memenuhi standard profesionalisme yang ada.
Memastikan produk yang terkait memenuhi standard profesionalisme yang ada.
Penilaian
Menjaga integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka.
Menjaga integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka.
Profesi
Meningkatkan integritas dan reputasi dari profesi mereka yang konsisten dengan kepentingan publik.
Meningkatkan integritas dan reputasi dari profesi mereka yang konsisten dengan kepentingan publik.
Mitra
Harus adil dan mendukung rekan kerjanya.
Harus adil dan mendukung rekan kerjanya.
Dirisendiri
Selalu belajar mengenai praktek profesi mereka
Selalu belajar mengenai praktek profesi mereka
3. Jenis Ancaman
Berkembangnya jaman tidak luput juga
perkebangan teknologi yang sangat pesat dan canggih. semakin canggihnya
teknologi khususnya teknologi informasi sehingga banyak kejahatan atau
ancaman-ancaman yang timbul. sebelum menanggulanginya kita harus tau jenis
ancaman apa yang diguna seseorang atau sekelompok yang tidak bertanggung jawab.
Jadi dalam pembahasan
ini akan dijelaskan jenis-jenis ancaman yang sering terjadi dalam TI. Ancaman-ancaman itu adalah :
Unauthorized Access to
Computer System and Service.
Kejahatan yang dilakukan dengan
memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah,
tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang
dimasukinya
.
Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan
memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak
benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu
ketertiban umum.
Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan
memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless
document melalui Internet.
Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang
memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap
pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system)
pihak sasaran.
Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang
memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap
pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system)
pihak sasaran.
Offense against
Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak
atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
Infringements of
Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan
terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi
yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka
dapat merugikan korban secara materil maupun immateril,
karakteristik dari
setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.
Contoh kasusnya
sekarang banyak penjahat-penjahat TI yang menyerang komputer kita. sekarang
saya bakal kasih contoh gimana penjahat bisa menyerang sistem komputer kalian.
salah satu contohnya yaitu, Probing dan port scanning Salah
satu langkah yang dilakukan cracker sebelum masuk ke server yang ditargetkan
adalah melakukan pengintaian. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan “port
scanning” atau “probing” untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di
server target. Sebagai contoh, hasil scanning dapat menunjukkan bahwa server
target menjalankan program web server Apache, mail server Sendmail, dan
seterusnya. Analogi hal ini dengan dunia nyata adalah dengan melihat-lihat
apakah pintu rumah anda terkunci, merek kunci yang digunakan, jendela mana yang
terbuka, apakah pagar terkunci (menggunakan firewall atau tidak) dan
seterusnya. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan pencurian atau
penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah
mencurigakan. Berbagai program yang digunakan untuk melakukan probing atau
portscanning ini dapat diperoleh secara gratis di Internet. Salah satu program
yang paling populer adalah “nmap” (untuk sistem yang berbasis UNIX, Linux) dan
“Superscan” (untuk sistem yang berbasis Microsoft Windows). Selain mengidentifikasi
port, nmap juga bahkan dapat mengidentifikasi jenis operating system yang
digunakan. Masih banyak kejahatan yang dilakukan para penjahat lakukan
dalam dunia IT dan banyak juga modus operandinya yang.
4. Audit Through The
Computer
Audit through the computer adalah
audit yang dilakukan untuk menguji sebuah sistem informasi dalam hal proses
yang terotomasi, logika pemrograman, edit routines, dan pengendalian
program. Pendekatan audit ini menganggap bahwa apabila program pemrosesan dalam
sebuah sistem informasi telah dibangun dengan baik dan telah ada edit routines
dan pengecekan pemrograman yang cukup maka adanya kesalahan tidak akan terjadi
tanpa terdeteksi. Jika program berjalan seperti yang direncanakan, maka
semestinya output yang dihasilkan juga dapat diandalkan.
Audit Around The
Computer
Audit around the
computer adalah pendekatan audit dimana auditor menguji keandalan sebuah
informasi yang dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan
hasil dari sebuah transaksi yang dimasukkan dalam sistem. Kemudian, kalkulasi
tersebut dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem. Apabila
ternyata valid dan akurat, diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif
dan sistem telah beroperasi dengan baik.
Jenis audit ini dapat
digunakan ketika proses yang terotomasi dalam sistem cukup sederhana. Kelemahan
dari audit ini adalah bahwa audit around the computer tidak menguji
apakah logika program dalam sebuah sistem benar. Selain itu, jenis pendekatan
audit ini tidak menguji bagaimana pengendalian yang terotomasi menangani input
yang mengandung error. Dampaknya, dalam lingkungan IT yang komplek, pendekatan
ini akan tidak mampu untuk mendeteksi banyak error.
Prosedur Audit
Didalam audit terdapat
beberapa hal yang harus dikontrol diantaranya :
PROSEDUR IT AUDIT:
●Kontrol lingkungan:
Apakah kebijakan keamanan (security
policy) memadai dan efektif ?
Jika data dipegang
oleh vendor, periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dr
external auditor
Jika sistem dibeli
dari vendor, periksa kestabilan finansial
Memeriksa persetujuan
lisen (license agreement)
●Kontrol keamanan
fisik
Periksa apakah keamanan fisik
perangkat keras dan penyimpanan data memadai
Periksa apakah backup
administrator keamanan sudah memadai (trained,tested)
Periksa apakah rencana
kelanjutan bisnis memadai dan efektif
Periksa apakah
asuransi perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai
●Kontrol keamanan
logikal
Periksa apakah password memadai dan
perubahannya dilakukan reguler
Apakah administrator
keamanan memprint akses kontrol setiap user
CONTOH – CONTOH
– Internal IT Deparment Outputnya Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam dan Fokus kepada global, menuju ke standard2 yang diakui.
– External IT Consultant Outputnya Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya Outsourcing yang tepat dan Benchmark / Best-Practices
– Internal IT Deparment Outputnya Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam dan Fokus kepada global, menuju ke standard2 yang diakui.
– External IT Consultant Outputnya Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya Outsourcing yang tepat dan Benchmark / Best-Practices
CONTOH METODOLOGI
AUDIT IT
BSI (Bundesamt für Sicherheit in der Informationstechnik)
●IT Baseline Protection Manual (IT- Grundschutzhandbuch )
●Dikembangkan oleh GISA: German Information Security Agency
●Digunakan: evaluasi konsep keamanan & manual
●Metodologi evaluasi tidak dijelaskan
●Mudah digunakan dan sangat detail sekali
●Tidak cocok untuk analisis resiko
● Representasi tdk dalam grafik yg mudah dibaca
BSI (Bundesamt für Sicherheit in der Informationstechnik)
●IT Baseline Protection Manual (IT- Grundschutzhandbuch )
●Dikembangkan oleh GISA: German Information Security Agency
●Digunakan: evaluasi konsep keamanan & manual
●Metodologi evaluasi tidak dijelaskan
●Mudah digunakan dan sangat detail sekali
●Tidak cocok untuk analisis resiko
● Representasi tdk dalam grafik yg mudah dibaca
Lembar Kerja Audit
Lembar Kerja
Pemeriksaan Through The Computer
Apakah kebijaksanaan
pengamanan penggunaan aplikasi telah memperhatikan prinsip-prinsip umum
kontrol aplikasi yang meliputi :
Pemisahaan tugas
…antara … pengguna, operasi, dan pengembangan
Y/T
Penggunaan … hanya ….
yang berwenang Y/T
Menjamin …. data …
telah
divalidasi
Y/T
Menjamin … data yang
ditransfer benar dan lengkap Y/T
Tersedianya jejak
audit yang memadai serta penelaahan oleh pihak yang
berwenang
Y/T
Tersedianya prosedur
restart dan recovery Y/TTarget
Pemeriksaan
Contoh :
Input Control ?
Processing Control ?
Error Correction ?
Output Control ?
End Documentation ?
Authorization ?
Security ?
Separation of Duties ?
File Maintenance ?
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar