Muhammad
Rifqi Baihaqi
2KA29
15112067
- KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
2.1.
PENDEKATAN KESUSASTRAAN
A.
Sastra Dalam Pengertian Umum
Sastra
(Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta
‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau
“pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi”
atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau
“sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk
merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang
memiliki arti atau keindahan tertentu.
Yang
agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi
sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang
sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau
abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan
sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain
itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra
tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak
berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan
wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Sastra
dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra
yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat
dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu
Puisi, Pantun, dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa
yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.
B.
Pengertian Sastra Menurut Para Ahli
1.Mursal
Esten (1978 : 9)
Sastra
atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan
imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. (dan masyarakat)
melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap
kehidupan manusia (kemanusiaan).
2.Semi
(1988 : 8 )
Sastra.
adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya
adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
3.Panuti
Sudjiman (1986 : 68)
Sastra
sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri
keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi,
dan ungkapanya.
4.Ahmad
Badrun (1983 : 16)
Kesusastraan
adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis
simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.
5.Eagleton
(1988 : 4)
Sastra
adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang
mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa
yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan
diterbalikkan, dijadikan ganjil.
6.Plato
Sastra
adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah
karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus
merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin
rendah dan jauh dari dunia ide.
7.Aristoteles
Sastra
sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan
filsafat.
8.Robert
Scholes (1992: 1)
Tentu
saja, sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda
9.Sapardi
(1979: 1)
Memaparkan
bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa
sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra
menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah
suatu kenyataan social.
10.Taum
(1997: 13)
Sastra
adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau
“sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang
menandakan hal-hal lain”
2.2
PENGERTIAN SENI
Seni
pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu
merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam
intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan
dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur
keindahan.
Seni
sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa
masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter
yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni
adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan
untuk penggunaan medium itu.
Suatu
set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan
ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan,
gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk
medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari
orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul
untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk
(seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti
cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
Seni
yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (video art),
misalnya seni musik, seni suara,dan seni sastra, puisi dan pantun
Seni
yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual Art)) misalnya
lukisan, poster, seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
Seni
yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio
visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang, film
2.3
PERANAN SASTRA
Prosa,
puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita,
surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata, pidato,
ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa
dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan
bahasa.
Semua
sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri
dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada
aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan
mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra
tidak mungkin tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang
menekuni berbagai jurusan, akan selalu, suka tak suka berhubungan
dengan sastra.
Bagaimana
dengan puisi dan prosa yang merupakan bagian dari kesusastraan (baca:
sastra yang indah). Apakah puisi dan prosa juga berguna bagi semua
mahasiswa, sehingga bukan saja jurusan bahasa dan sastra tapi juga
jurusan sosial, ekonomi dan eksakta berkepentingan mengkaji sastra?
Apa seorang yang ingin menjadi insinyur, dokter, diplomat, pengusaha,
perwira, pemimpin politik, ahli hukum, negarawan dan ulama, perlu
membaca sastra?
Di
tahun 60-an, pelajaran kesusastraan masih diajarkan di SMA di semua
bagian A,B dan C (budaya, eksakta dan ekonomi). Tetapi posisinya
memang hanya sebagai pendukung pelajaran Bahasa Indonesia. Tak jarang
jam pelajaran kesusastraan dikanibal oleh pelajaran bahasa.
Hal
tersebut dimungkinkan, karena pelajaran kesusastraan tak lebih dari
hapalan bentuk-bentuk kesusastraan, riwayat hidup pengarang, judul
karya dan sinopsis buku-buku wajib baca. Tak pernah ditelusuri secara
mendalam (gurunya tak ada yang terdidik ke arah itu) hakekat
kesusastraan itu kaitannya dengan berbagai pemikiran yang ada dalam
kehidupan. Jadinya pelajaran kesusastraan – lebih popular disebut
pelajaran sastra saja – hanya jadi pelajaran tak berguna. Dihapus
juga tidak ada akibatnya.
Kesusastraan
(prosa dan puisi) sesungguhnya terkait dengan seluruh aspek
kehidupan. Hanya saja karena pemaparannya menempuh lajur rekaan
imajinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra
merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti
cipta-rasa-karsa penulisnya.
Untuk
itu memang diperlukan kesiapan: apresiasi, interpretasi dan analisis,
sehingga dunia rekaan di dalam sastra jelas kaitannya dengan seluruh
aspek kehidupan. Kritik sebagai perangkat penting yang sesungguhnya
berfungsi menunjukkan arti kehadiran sastra, kebetulan sangat parah
di Indonesia, sehingga kehadiran sastra semakin tenggelam hanya
sebagai hiburan.
Sastra
memang memiliki potensi yang hebat untuk menghibur. Dan karenanya
sebagai barang komoditi nilainya tinggi. Kaitannya dengan bisnis dan
industri juga meyakinkan. Sebuah karya sastra dapat meledak,
mengalami ulang cetak setiap tahun dengan oplag raksasa dalam
berbagai bahasa.
Namun
sastra tidak semata-mata kelangenan, tetapi juga dokumen perjalanan
pemikiran yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah. Uncle Toms’s
Cabin karya Beecher Stowe yang melukiskan derita dan nestapa budak
kulit hitam di Amerika Serikat, telah diakui sebagai salah satu
pemicu perang Saudara di Amerika dalam rangka menghapuskan
perbudakan.
Dokter
Zhivago karya Boris Pasternak melukiskan hidup pelakunya yang bernama
Lara yang melambangkan Ibu Rusia. Pemerintah tirai besi Uni Soviet
melarang Pasternak menerima hadiah nobel, karena novel itu dianggap
sebagai potret Rusia yang tidak dikehendaki oleh pemerintah komunis.
Ayat-Ayat
Setan karya Salman Rusdie menimbulkan kegegeran dunia, karena
dianggap penghinaan terhadap Islam, sehingga Ayatulah Khomeini
menjatuhkan hukuman mati pada penulisnya yang berlindung di daratan
Inggris.
Di
Indonesia, Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin, menjadi
perkara, sehingga HB Jassin selaku Pimpinan Redaksi majalah Horison
yang memuat cerita pendek itu diajukan ke pengadilan dan dinyatakan
bersalah. Sementara Iwan Simatupang, sengaja menulis drama “RT 0 –
RW 0” (sekalian dipentaskan oleh para mahasiswanya), dalam rangka
memberi kuliah tentang filsafat eksistensialis.
2.4.
HUBUNGAN ANTARA SASTRA, SENI, DENGAN ILMU BUDAYA DASAR
Masalah
sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar,
karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang
berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan
adanya sastra dan seni didalamnya.
Latar
belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia
berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1.
kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan
segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek
kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial,
kesukaan, dan kedaerahan .
2.
Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus
menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan
dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental
manusiapun terkena pengaruhnya .
3.
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi
kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya,
sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah
diciptakannya .
- ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
3.1.
PENGERTIAN PROSA
Prosa
adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi
ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang
lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa
Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan
prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide.
Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel,
ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga
dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama
adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya
barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa
pun.
3.2.
JENIS-JENIS PROSA DAN BAGIAN-BAGIANNYA
1.Prosa
naratif
2.Prosa
deskriptif
3.Prosa
eksposisi
4.Prosa
argumentatif
5.Prosa
Lama
6.Prosa
Baru
Tapi
dari sekian banyaknya jenis-jenis Prosa ini hanya ada 2 jenis
Prosa yang bisa saya jelaskan, yaitu sebagai berikut:
1.Prosa
Lama
A.
Sejarah
Sejarah
(tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya
diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam
sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa
sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan
silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh
: Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri
Lanang yang ditulis tahun 1612.
B.
Kisah
Kisah,
adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari
suatu tempat ke tempat lain. Contoh : Kisah Perjalanan Abdullah ke
Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah
.
C.
Dongeng
Dongeng,
adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak
ragamnya, yaitu sebagai berikut :
*Fabel,
adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang
pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Contoh
: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk
Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung bangau
dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dan lain-lain.
*Mite
(mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan
terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan
gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang
Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian,
Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.
*Legenda,
adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu
tempat atau wilayah. Contoh : Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu,
dan lain-lain.
*Sage,
adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan
keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh :
Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan
lain-lain.
*Parabel,
adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan
dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh : Kisah Para
Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.
*Dongeng
jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau
cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.
Contoh
: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain.
D.
Cerita Berbingkai
Cerita
berbingkai, adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang
dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh : Seribu Satu Malam.
2.Prosa
Baru
A.
Roman
Roman
adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya
dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering
diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan
sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan
suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur
bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari
pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita
tersebut. dugfiugs
Berdasarkan
kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain
sebagai berikut:
*Roman
transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang
mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk
kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana,
Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
*Roman
sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan
masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan
masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh
Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
*Roman
sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis,
peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam
sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh
Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
*Roman
psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang
mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis
oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St.
Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
*Roman
detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas.
Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen
polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh:
Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh
Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
B.
Novel
Novel
berasal dari Italia. yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk
prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang
terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau
pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika
roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel
lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh:
Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer,
Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang,
Surabaya oleh Idrus.
C.
Cerpen
Cerpen
adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari
kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam
cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak
menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh
Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh.
Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami
oleh A.A. Navis.
D.
Riwayat
Riwayat
(biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi
pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa
juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau
bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr.
B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara.
Kritik
Kritik
adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil
karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan
kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.
E.
Resensi
Resensi
adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film,
drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui
karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan,
dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang
perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
F.
Esai
Esai
adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu
berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah
hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni,
fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera
pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat
pribadi. dan tidak boleh di sentuh oleh siapa pun.
- ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN PUISI
4.1.
PENGERTIAN PUISI
Puisi
(dari bahasa Yunani Kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I
create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas
estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan
pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan,
meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun
perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki
pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur
tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala
kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati
seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris
pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan
lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk
menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu
kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut
mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis
selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang
diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam
menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama
dan puisi baru.
Namun
beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini
makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu
sendiri yaitu ‘pemadatan kata’. kebanyakan penyair aktif sekarang
baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan
pada pokok puisi tersebut.
Didalam
puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin
indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme
yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa
daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk
pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi
tersebut.
Adapun
alasan-alasan yang mendasari penyajian yang mendasari penyajian puisi
pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah :
*.
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
*.Puisi
dan keinsyafan/kesadaran individual.
*.
Puisi dan keinsyafan sosial.
4.2.
MACAM-MACAM PUISI DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Macam-macam
puisi dibedakan berdasarkan zaman:
1.
Puisi Baru
Puisi
baru : Puisi yang muncul karena pengaruh sastra barat. Puisi baru
adalah puisi yang lebih bebas dalam penggunaan rima, pilihan kata,
serta irama.
2.Puisi
Lama
Puisi
Lama : Puisi yang mengikuti ketentuan umum pada puisi seperti, rima,
irama, dan baris. Jenis puisi lama :
*.Mantra
*.Karmina
(Pantun singkat)
*.Talibun
*.Syair
*.Gurindam
3.
Puisi Modern
Puisi
Modern : Puisi bebas yang muncul pada tahun awal kemerdekaan yang
dipelopori oleh Chairil Anwar. Puisi ini tidak mengutamakan bentuk
puisi namun lebih mengutamakan isi dan makna dari puisi tersebut.
Kepuitisan
atau keartistikan puisi dapat dibangun menggunakan :
*Figura
Bahasa (personifikasi, hiperbola, metafora, dll)
*Kata
– kata ambigu
*Kata-kata
yang mengandung perasaan dan pengalaman penyair
*Kata
– kata konotatif
*Pengulangan
untuk mengintensifkan hal yang dilukiskan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar